Tanpa disadari, semakin lama kehidupanku (insyaAllah) semakin membaik. Biarpun masalah semakin banyak, nilai mata kuliah yang semakin tak terkedali (dapet C udah biasa), nilai UAS ada angka Cnya, aku merasa mendapat support yang sangat tinggi dari teman-teman terbaikku. Mereka selalu support aku di saat aku bener-bener down dan ngerasa udah nggak tahan sama kesukaran kuliah di PTN.
Siapa lagi kalo bukan teman seperjuanganku, teman sekelasku, dan teman seprodiku. Tak lupa juga seseorang yang selama ini telah memberiku support dari jamannya kita mau masuk UI bareng (sefakultas bareng juga mungkin), UAN, UAS, test PTN, gagal dapet PTN berulang kali, sampe bener-bener dapet PTN, dan sampe detik ini pun dia masih ada buat ngasi support itu. Biarpun semangat yang dia berikan hanya melalui tulisan, namun apa yang dia kasih bener-bener ngena dan bikin aku termotivasi untuk menjadi manusia yang lebih baik dan juga berpikir panjang serta positif.
Kalo teman seperjuanganku, khususnya teman sekelasku, kita baru kenal sebentar kok, belum ada 6 bulan, tapi aku bener-bener ngerasa udah klop sama mereka semua. Mungkin juga karena faktor anaknya cuma 20an dalam satu kelas kali ya. Feelnya bener-bener beda sama jaman SMA. Ada yang bisa ngertiin aku, dengerin curhat nggak penting aku setiap hari, ngajarin aku kalo misalnya gambarku kurang bagus, sering jalan-jalan sekelas (biarpun jalannya cuma nemenin anak cowok main futsal), dll. Belum lagi setelah pulang kuliah, kita ketemu lagi di conference chat kelas ataupun comment status update masing-masing anak. Kalo ga semua online di komputer, pada ngisi wall groupnya terus ngediskusiin sesuatu. Di kelas baruku ini, sikap jaimku hilang perlahan-lahan. Aku mencoba buat ramah sama semua anak, cewek sama cowok sama aja. Aku berusaha buat ngilangin rasa canggung dan kakuku ke anak cowok. Ya intinya, 24 jamku full sama mereka, paling cuma dikurangi tidur. Tapi aku nggak bosen buat ketemu mereka selama itu. Coba SMA, 40 orang berbeda karakter dalam 1 kelas, tapi aku bosen ketemu mereka. Maunya cepet-cepet pulang. Entah apa yang bikin aku nggak betah di kelas waktu SMA. Mungkin bawaan pelajarannya juga kali ya. Aku bener-bener berharap, di prodiku ini, nggak boleh ada satu pun yang DO. Karena dari awal kita bikin grup DG 2010, udah ada tulisan di box di bawah profile picture, "Jangan ada DO di antara kita." Kita masuk bareng, kita juga harus keluar bareng, oke kawan? :D
Selain teman seperjuanganku, aku juga punya 2 orang yang selalu message-message-an facebook sama aku SETIAP HARI. Nggak aneh kalo message kita masing-masing bisa 1000 ke atas. Message itu adalah hal terpenting yang ada di dalam account facebookku, karena di dalam message itu aku bener-bener saling open sama mereka berdua. Ada hal kecil sedikit, pasti aku langsung cerita ke message itu, dan mereka selalu mencoba buat ngasi saran yang terbaik buat aku : )
Oke mungkin segini dulu postingan tentang teman-temanku kali ini. Yang kepikiran baru ini aja. Lain kali bakal aku sambung lagi deh. Oke, see you, bye! :D
Thursday, December 23, 2010
Thursday, December 16, 2010
The End
Penantian 19 bulan ini pun berakhir. Semuanya sudah jelas. Saya akan turuti permintaan anda. Mulai sekarang, saya akan menjauh (biarpun ini cukup menyiksa perasaan saya). Dalam waktu yang tidak ditentukan, kalo kita ketemu online, saya nggak bakal greet anda lagi deh (meskipun sebenarnya ini terpaksa karena saya tahu kalo saya langsung mention anda, pasti anda tidak akan menanggapi hal ini karena anda tak tau apa yang harus anda katakan). Saya juga nggak akan mention twitter anda lagi, apalagi nyindir anda di status nggak penting saya. Sms dan telepon? Cukup deh, saya nggak bisa nerima keadaan kalo harus direject dan nggak dibales lagi sama anda. Anda terganggu kan dengan perhatian yang saya berikan?
Goodbye, my ex guardian angel,
Semoga anda bahagia ya setelah orang yang telah mengaburkan tujuan hidup anda ini menjauh :')
Goodbye, my ex guardian angel,
Semoga anda bahagia ya setelah orang yang telah mengaburkan tujuan hidup anda ini menjauh :')
Tuesday, December 7, 2010
Tugas UAS Nirmana
Nggak terasa ya semester 1 akan segera berakhir. Dan berarti UAS sudah semakin di depan mata kawan-kawan! Nah, salah satu dosen di kampusku yaitu dosen mata kuliah Nirmana menugaskan kami, para manusia Desain Grafis 2010 untuk membuat sebuah portofolio tentang tugas-tugas nirmana kami selama 1 semester ini.
Lalu bagaimana desain cover buatanku? Cekidot!
Lalu bagaimana desain cover buatanku? Cekidot!
Thursday, November 11, 2010
Kesibukan Baru
Astaga sejujurnya aku bingung ya. Di saat lagi banyak pikiran tentang perasaan kayak gini, ada lagi masalah baru, yaitu ..
Aku belum bilang ke orangtuaku kalo aku kepilih jadi HMGP (Himpunan Mahasiswa Grafika Penerbitan)
Huaaa bagaimana ini? Aduh bener-bener bingungnya bukan main deh. Harusnya seneng ya kepilih, tapi dulu waktu aku bilang aku ikut wawancara HMGP, mereka aja bilang, "kamu nggak usah ya ikut ikut begituan!". Eh ternyata sekarang kepilih beneran. Padahal sebenernya aku masuk divisi yang nggak aneh-aneh kok, cuma media dan komunikasi. Itu pun ngurusin mading aja kok. Tapi prokerku itu yang kacau dan asbun. Kayak gini nih prokernya .."Saya ingin membuat lobby terlihat lebih menarik, karena karya yang dipajang di lobby terasa sangat kosong di lobby yang sangat luas dan kurang membuat orang perhatian untuk melihat karya-karya itu."
Asbun banget kan? Sejujurnya aku bisa bilang gitu karena itu adalah obsesiku menjadi desainer interior! Kacau banget sampai dibawa kesini-sini ckck. Jadi aku harus gimana ini? Yah tidak tahu lah ..
Asbun banget kan? Sejujurnya aku bisa bilang gitu karena itu adalah obsesiku menjadi desainer interior! Kacau banget sampai dibawa kesini-sini ckck. Jadi aku harus gimana ini? Yah tidak tahu lah ..
Monday, November 8, 2010
Lembar Kegalauan.
Galau, galau, dan galau. Itulah suasana yang terjadi malam ini, di dalam lubuk hatiku. Oke, koreksi. Bukan lubuk hatiku, tapi lubuk hatinya di satu malam sebelum malam ini.
Mungkin dulu aku pernah bertanya-tanya, bagaimana perasaannya kepadaku. Pertanyaanku yang dulu itu semakin lama semakin terungkap faktanya.
Mungkin dulu aku pernah bertanya-tanya, bagaimana perasaannya kepadaku. Pertanyaanku yang dulu itu semakin lama semakin terungkap faktanya.
Ternyata kita memiliki perasaan yang sama
Kaget? Ya, sejujurnya aku kaget saat mengetahui hal itu. Tapi kaget yang hanya sementara, karena aku telah menduga sebelumnya. Dia menatap mataku sangat dalam ketika kami bertatapan. Dia ingat bagaimana kejadian pertama kali kita bertemu. Dia ingat semua hal kecil yang berhubungan denganku. Dia ingat semuanyaaaa!! :'(
Konyol nggak sih? Sejujurnya menurutku ini sangat konyol. Dua insan yang sama-sama saling memiliki perasaan satu sama lain tapi nggak bisa jadi sepasang kekasih. Kita layaknya hidup di zaman dimana lelaki malu mengungkapkan isi hatinya kepada wanita yang dicintainya.
Miris.
Ternyata aku nggak bisa nepatin janjiku di posting yang sebelumnya. Waktu itu aku bilang,
Konyol nggak sih? Sejujurnya menurutku ini sangat konyol. Dua insan yang sama-sama saling memiliki perasaan satu sama lain tapi nggak bisa jadi sepasang kekasih. Kita layaknya hidup di zaman dimana lelaki malu mengungkapkan isi hatinya kepada wanita yang dicintainya.
Miris.
Ternyata aku nggak bisa nepatin janjiku di posting yang sebelumnya. Waktu itu aku bilang,
"aku bener-bener nggak butuh status, asal tau aja kalo kamu ada perasaan apa enggak sama aku, itu udah bikin aku legaaaaaaaaaa banget kayak abis keluar kamar mandi -..-"
Munafik ya? Emang. Sekarang liat kan, aku masih mau yang lebih. I want you to be my best part of my life. Rasanya nggak cukup kalo hanya sekedar tahu tanpa ada kelanjutannya. Ditambah lagi orang yang bersangkutan mau berusaha buat menghilangkan perasaan itu. Entah kenapa. Aneh aja ya kalo sampe ada orang yang rela buat mengorbankan perasaannya demi serius kuliah.
Halo, kita sama-sama polos ya. Kalo pun kita bakal jadi sepasang kekasih, aku nggak akan minta yang aneh-aneh. Aku juga nggak bakal bikin masa depannya hancur cuma gara-gara aku. Aku bisa kok pegang janjiku yang ini.
Rasanya ingin menangis jika mengingat semua yang telah terjadi #galauperlahan. Sedih banget loh ngegantung kayak gini. Kenapa dia mau lupain semua yang udah terjadi sih? Tanpa disadari, setiap moment yang telah kita lewati berdua itu punya cerita dan kenangan sendiri-sendiri, dan rata-rata adalah kenangan yang manis :') Jadi kenapa dilupain? Nyiksa diri sendiri juga kan? Apalagi nyiksa perasaan akunya hehe. Tapi kan aku nggak bisa maksain apa mauku. Ini juga tergantung sama yang bersangkutan kan? Hehe.
Terus gimana nanti kelanjutannya? Mungkin biar waktu yang menjawab :')
Halo, kita sama-sama polos ya. Kalo pun kita bakal jadi sepasang kekasih, aku nggak akan minta yang aneh-aneh. Aku juga nggak bakal bikin masa depannya hancur cuma gara-gara aku. Aku bisa kok pegang janjiku yang ini.
Rasanya ingin menangis jika mengingat semua yang telah terjadi #galauperlahan. Sedih banget loh ngegantung kayak gini. Kenapa dia mau lupain semua yang udah terjadi sih? Tanpa disadari, setiap moment yang telah kita lewati berdua itu punya cerita dan kenangan sendiri-sendiri, dan rata-rata adalah kenangan yang manis :') Jadi kenapa dilupain? Nyiksa diri sendiri juga kan? Apalagi nyiksa perasaan akunya hehe. Tapi kan aku nggak bisa maksain apa mauku. Ini juga tergantung sama yang bersangkutan kan? Hehe.
Terus gimana nanti kelanjutannya? Mungkin biar waktu yang menjawab :')
Subscribe to:
Posts (Atom)

