Friday, June 1, 2012

Tribute to Our Lecturepreneur

Serius, baru aja tadi pagi bikin postingan tentang komentar saya dan teman-teman sekelas saya untuk dosen tercinta, eh beberapa jam yang lalu langsung ada notifikasi kalo komentar saya untuk dosen (yang satu perusahaan dengan dosen saya yang saya ceritakan di postingan sebelumnya) diupload juga ke jejaring sosial, ehem, sebut saja Facebook :p Cekidot gan!


Oke, seperti biasa, punyaku yang dikotakin merah. Ya komennya nggak bisa segila buat dosenku yang satu lagi, soalnya mereka berbeda keyakinan, eh.. berbeda karakter maksudnya. Jadi biarpun lucu unyu unyu tapi masih di batas kewajaran hahaha.

Then... ada sesuatu yang bikin aku senyum-senyum kalo liat gambar ini. Ya.. cuma hati kecilku dan Tuhan yang tahu apa arti dari sesimpul senyum yang ditorehkan di wajahku. Meskipun terlihat berbeda antara postingan malam ini dan postingan tadi pagi, tetapi ada sebuah konspirasi *halah ini apaaaa* yang membuatku ingin mengupload gambar-gambar ini. Maklum, jomblo *laaah ini apalagi* -___-

Buat komentar anak-anak kelasku yang lain, nggak aku upload dulu ya, soalnya inti dari postingan ini hanya untuk berbagi senyuman untuk kalian : )

*Tambahan: Tadi sore aku gambar karikatur mereka lagi (2 dosen unyu yang minta kesan dan pesan) di papan tulis. Lucu bangeeet hasilnya. Mau lihaaat yang sudah didigitalisasi? Tunggu di postingan berikutnya!

Tribute to Mr. Onggok

Di semester 4 ini, jiwa 'kegilaan' saya sudah semakin akut. Entah ini titisan dari siapa, semua ini mengalir begitu saja. Mungkin karena sering berteman dengan teman-teman yang gila juga ahauahuah. Okeoke, to the point aja deh. Buat kalian yang pernah merasakan belajar di kelas, baik di tempat kursus, ataupun di sekolah, pasti pernah disuruh nulis kesan dan pesan kan buat guru, dosen, atau bahkan tutor kalian? Pasti pernah kan meskipun sekali aja? Yes, kemarin ini, pas hari Rabu, kelas kita, DG4A disuruh buat bikin kesan dan pesan buat dosen Teknik Kemasan. Ya harapannya dia sih untuk mendapatkan saran dan kritik yang membangun dari kita. Ya cuma harapan sih.. Ya begini deh hasilnya pas dia upload ke jejaring sosial.. sebut saja, Facebook.


Nggak keliatan? Coba, zoom zoom zooooom! Punya saya yang itu tuh, yang digaris merah. Lah kenapa ada gambar-gambarnya? Yes, ini emang sengaja buat ngebedain sama punya yang lain, biar terasa lebih hidup huehehe. Coba liat komennya, dilihat, dilihaaaaat. Sekilas biasa aja sih, ya tapi kan ini buat dosen yakaaan, ya umurnya sih baru 30an, tapi ya pikir aja itu bahasanya....
Dosen yang satu ini emang sedikit gila, coba aja masa satu kelas kita dibilang busyuuuk semua redesign packagingnya. Entah ini cuma hiperbolanya dia aja apa gimana, tapi kita sendiri yang ngelihat dan ngebikin tentunya ngerasa udah keren HAHAHAHA -__- Belum lagi kosakatanya, busuk, nista, onggok, cemumu, dan kosakata bodoh lainnya yang seharusnya bukan ada di dalam kelas hahahah. Mau lihat kosakata bodoh lainnya? Cekidot gan!


Oiya, di atas saya nulis tentang packaging kita yang dibilang busyuk kan? Coba deh liat nih liaaaat penampakannya!

Redesign Packaging Teh

Kemasan Asli

Setelah diredesain
Awkeeeey, kalian bisa lihat sendiri perubahannya, apakah ada perubahan signifikan yang ke arah negatif atau positif. Dan dia bilang ini termasuk... BUSUK! *ngelap ingus* *ngelap keringat*. Udah mana pas giliran saya yang maju, belakangan (karena diundi), terus kan pas yang lainnya maju krik krik mellow gimana gitu yaa (didukung oleh suasana yang mendung juga), eh giliran saya, malah jadi kelas lawak gara-gara bahasa saya yang bodoh juga. Masa segmentasi teh ini buat wanita berpendidikan?! -____-'
Yasudahlah, sekian dulu cerita tentang Ayah kami, Mr. Onggok. Semoga hari-harimu menyenangkan setelah melewati masa-masa pengajaran dengan kami, Pak. Semoga perusahaan desainnya semakin sukses, Pak! :') *ngelap ingus lagi*.

-- Rizkitysha, 18 tahun, Desain Grafis 4A.